Dive Trip

Nemo, Si Ikan Lucu Yang Berdiam di Anemone

Ikan Nemo mempunyai warna yang cerah dengan pola dan corak yang menarik, ukuran tubuhnya kecil layaknya ikan Damsel fish sebangsanya. Sesekali mereka akan menghapiri kita, seolah-olah mengajak bermain bersama. Mereka mempunyai perilaku yang pemalu namun mengemaskan. Pada umumnya mereka hidup berkelompok dan sangat menggantungkan hidupnya dengan biota laut lainnya.

 

10268432_10202009705900305_6696269957718602193_n
Ikan Nemo & diver

Dikalangan pencinta ikan hias, Ikan ini menjadi target buruan untuk dijadikan penghuni akuarium. Bagi para penyelam yang hobi fotografi bawah laut, Nemo merupakan salah satu biota faforit untuk selalu masuk dalam bidikan lensa kamera mereka.

Ikan Nemo merupakan biota laut yang paling populer di kalangan masyarakat. Ikan ini pernah dikisahkan dalam film animasi yang berjudul “Finding Nemo” yang dirilis di tahun 2003 dan sampai sekarang masih sering diputar dibeberapa stasiun TV Nasional. Nemo masuk dalam kategori ikan hias yang bernilai ekonomis. Ikan ini sudah diperdagangkan, bahkan diekspor sampai ke luar negeri. Akibat permintaan pasar yang tinggi di beberapa wilayah di Indonesia, beberapa spesies dari ikan ini mulai terancam keberadaanya akibat eksploitasi yang berlebihan. Saat ini, ikan yang hanya beraktifitas di siang hari ini sangat mudah dijumpai tanpa harus susah payah melihatnya langsung di habitat aslinya di laut. Di rumah, di perkantoran dan bahkan fasilatas umum seperti bandar udara yang mempunyai akuarium laut, dapat melihat ikan ini terkurung bersama biota laut lainnya.

Ikan Nemo mempunyai beberapa penamaan populer. Pencinta ikan hias menyebutnya Ikan Badut atau Ikan Giru. Para penyelam menyebutkan Ikan Nemo karena ikan ini hidup bersimbiosis dengan rumahnya yakni Anemon. Dikalangan Peneliti ikan ini lebih dikenal dengan sebutan Clownfish atau Ikan Amphiprion.

11111
Jenis-jenis Ikan Nemo yang dapat  dijumpai di perairan Indonesia

Menurut Gerry Allen, Salah seorang peneliti di bidang kelautan menyebutkan bahwa Ikan Nemo mempunyai dua puluh sembilan jenis yang penyebarannya sangat terbatas. Hanya dapat dijumpai di kawasan Indo Pasifik. Kuiter dan Tonukoza dalam bukunya Indonesia Reef Fishes menyebutkan bahwa jenis ikan ini hanya terdapat dua belas jenis yang tersebar di seluruh perairan Indonesia.

Dalam Klasifikasi taksonomi, Ikan Nemo merupakan keluarga dari ikan-ikan Damselfish atau ikan Batok. Terdiri dari dua marga yakni Amphiprion dan Premnas. Pembeda dari kedua marga ini yang peling mencolok secara kasat mata adalah terdapatnya dua buah duri memanjang di bawah mata ikan premnas sedangkan Amphiprion tidak mempunyai duri. Selain itu, Premnas ukuran tubuhnya relatif lebih besar dibandingkan dari jenis ikan Amphiprion. Dari dua puluh sembilan jenis Ikan Nemo yang terindetifikasi, dua puluh delapan adalah spesies dari Amphiprion dan hanya satu spesies dari Premnas .

10469704_10202381194547289_6542820138778334311_n
Ikan Nemo dan hostnya Anemon

Di alam bawah laut, Ikan Nemo  menghuni dasar laut di area terumbu karang dan substrat pasir di kisaran kedalaman satu sampai tiga puluh meter. Ikan ini dapat dijumpai hidup di celah-celah tentakel Anemon yang menjadi rumahnya. Ikan Nemo melakukan simbiosis mutualisme yang sama-sama saling menguntungkan dengan Anemon. Dapat dikatakan bahwa Ikan Nemo tidak dapat hidup tanpa Anemon dan begitupun sebaliknya. Keuntungan dari simbiosis ini adalah Ikan Nemo dapat terhindar dari pemangsaan dari predatornya dan mendapatkan sumber makanan dari Anemon. Sedangkan Anemon diuntungkan dengan pergerakan Nemo yang terus menerus di sela-sela tentakelnya, menyebabkan kotoran dan endapan pasir teraduk sehingga Anemon terhindar dari iritasi. Selain itu, membantu Anemon dalam proses fotosintesis.

Ikan Nemo menghabiskan sebagian besar hidupnya di celah-celah tentakel Anemon dan di sekitaran Anemon. Wilayah tersebut merupakan daerah teritorialnya dan mereka akan mempertahankan dari predator dan hewan penggangu lainnya. Jika Anemon berpindah tempat maka mereka juga ikut berpindah tempat.

Ikan Nemo berkembang biak dengan cara bertelur. Telur-telur ikan ini disimpan di bawah tentakel Anemon atau di substrat di mana Anemon melekat. Sekali bertelur dapat mencapai tiga ratus sampai tujuh ratus butir telur. Selama proses bertelur, ikan jantan bertugas penuh untuk memelihara dan menjaga sarang dan telur. Sementara induk betina berkelana untuk mencari makan dan hanya sesekali saja menyinggahi sarangnya.

Ikan Nemo dalam kondisi tertentu mengalami perubahan kelamin. Umumnya ikan ini hidup berpasangan dengan satu jantan dan satu betina. Namun jika sang jantan mati maka satu ekor dari betina dewasa akan berubah kelamin menjadi jantan dewasa baru. Begitupun sebaliknya.

Tentang Anemon

ddddddddd
Beberapa Jenis Anemon yang dapat didiami oleh Ikan Anemon

Anemon  adalah hewan laut dan dalam klasifikasi taksonomi termasuk bagian dari kelas Anthozoa bersama dengan Karang.  Merupakan hewan invertebrata yang tidak memiliki tulang belakang di seluruh bagian tubuhnya.  Anemon dapat dijumpa hidup di celah-celah karang dan substrat berpasir. Lebih dari seribu spesies Anemon yang tersebar di seluruh perairan laut di dunia. Dari sekian banyak spesies tersebut, tidak semua menjadi habitat bagi Ikan Nemo.

Anemon mempunyai racun yang disematkan di tentakelnya yang menjadi senjata dari predatornya. Kadar racun masing-masing Anemon berbeda-beda, tergantung jenis Anemonnya sehingga Clownfish tidak dapat hidup di semua jenis Anemon. Salah satu dari jenis ikan ini yakni Amphiprion Clarkii merupakan spesies yang paling banyak dijumpai hidup di beberapa jenis Anemon. Hal ini disebabkan karena jenis ikan ini dapat menghasilkan lendir sendiri yang membungkus tubuhnya sehingga dapat melindunginnya dari sengatan Anemon. Untuk merasakan kadar racun Anemon, kita dapat mencoba menyentuh tentakelnya dengan lapisan kulit bagian luar. Kulit akan terasa seperti tersengat dan melengket di tentakel Anemon. Bahkan ada beberapa jenis Anemon seperti heteractis aurora mempunyai kadar racun yang tinggi, sehingga jika tersengat lapisan kulit bagian luar maka kulit akan melepuh seperti terbakar.

efdsfdf
Biota lain yang hidup berasosiasi dengan Anemon

Tidak hanya Ikan Nemo yang hidup berasosiasi dengan Anemon. Ada beberapa jenis makhluk lainnya yang bersimbiosis dengan Anemon seperti Ikan-ikan batok dari jenis Dasylus, Kepiting dan Udang. Terkadang kita dapat menumukan makhluk-makhluk laut tersebut hidup berdampingan dalam satu jenis Anemon dan mereka tidak merasa terganggu satu sama lainnya. (-Jitho)

Dive Trip

Amazing Alor

Akhirnya tiba lah saatnya buat anak sekolah seperti saya dapat giliran stase luar selama 3 bulan. Pilihannya adalah RSUD Maros, RS Sayang Rakyat Makassar, RS Kota bangun Kalimantan, RS di Sangata, Morowali, Sorowako, Alor, Gorontalo, dan Talaud. Tentu saja saya berharap dapat Alor. Karena sejak kenal dunia bawah laut, Alor adalah salah satu destinasi utama saya.

Guess what? Alor it is!

Alor, salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini kaya akan potensi wisata yang alami. Selain taman bawah lautnya yang konon dikenal sebagai taman bawah laut terbaik di dunia kedua setelah Kepulauan Karibia di benua Amerika, Kabupaten Alor memiliki potensi wisata budaya dan wisata darat yang juga menyenangkan. 3 bulan di tempat ini serasa belum cukup waktu mendatangi semua lokasi wisatanya.

Minggu pertama pun tiba, saya bersama para dokter PTT di Alor mencoba ke Maritaing, daerah terluar paling timur dari kabupaten Alor yang juga adalah perbatasan NKRI-Timor Leste. Perjalanan ke sana butuh waktu sekitar 3 jam.

Timor Leste-nya Keliatan Gak?
Timor Leste-nya Keliatan Gak?

Di tempat ini mesti hati-hati yah buat yang suka online dengan paket data. Pulsa bakal kesedot habis karena sudah roaming internasional (ini informasi penting banget loh). Ya saya korbannya, hahaha. Di tempat ini juga ada patung Jenderal Sudirman yang berdiri menghadap ke Timor Leste. Gak ngerti juga sih maknanya apa. Mungkin bapak Jenderal kecewa Timor Leste lepas dari NKRI. #yakalee

Patung Jenderal Sudirman di Alor
Patung Jenderal Sudirman di Alor

Sepertinya akan sangat panjang membahas darat aja, karena masih banyak banget destinasinya. Ada Permandian Air Panas Tuti, pantai Maimol, Batu Putih, Al-Quran tertua se-Asia Tenggara dan lain-lain.

Yaudahlayah.. mari fokus ke sesi bawah air saja. #aquaManaAqua.

Diving Pulau Ternate

Yak, namanya memang pulau Ternate. Jadi bukan cuma di Maluku, di Alor pun ada loh pulau Ternate. Bentuk pulaunya memang mirip. Bening airnya juga mirip. Dan ada wallnya juga.

Wall Pulau Ternate, Alor
Wall Pulau Ternate, Alor
Wall Pulau Ternate, Alor
Wall Pulau Ternate, Alor

Cave dive

Waktu pertama kali ditawarin cave diving oleh Dive master lokal kami, om Samsuddin aka Pejer, jujur aja saya awalnya gak pede dengan kemampuan diri. Untuk bisa cave diving kan harus ikut course khusus dulu. Belum lagi gimana kalau saya tiba-tiba pilek. Atau tiba-tiba demam, kan repot. Tapi karena om Pejer maksa, ya masa sih saya tolak (padahal emang pengen banget sih). “Bisa lah ibu, mari sudah..” kata om Pejer dengan logat Alornya.

Akhirnya saya dan Candra (buddy) nyebur juga. Backroll dari boat (bukan giant step hahaha) langsung ketemu mulut gua di kedalaman 10 meter. Sensasinya ternyata seperti sedang night diving. Gelap, adrenalin bertambah. Mulut guanya kecil tapi ternyata di dalamnya luas. Sensasi diving dengan dibatasi langit-langit gua inilah yang ternyata disebut caving. Entah gimana saya tiba-tiba teringat pesan Nando: kalau cave diving katanya harus pake helm. Wkwkkwk.

Pintu Masuk Gua Bawah Air
Pintu Masuk Gua Bawah Air

 

Di depan gua, ikan-ikan gak terlalu banyak. Selain ikan-ikan kecil merah, hanya ada Pufferfish dan beberapa Lobster. Di ujung gua akhirnya kami surface 5 menit sambil selfie. Gak terasa saya teriak saking kegirangannya. Aaaaaaaaaa. Senangggg..

Cave Diving Lagi Kita..
Cave Diving Lagi Kita..

 

Belum puas dengan cave diving pertama, lanjut lagi kami masuk ke gua kedua yang lebih kecil. Ikan-ikannya lebih banyak. Selesai gua kedua, kami mampir di hamparan soft coral yang cantik banget.. Alor gitu loh. Tapi oh em ji. Ada ularrr! binatang yang paling saya benci. Cave dive kami pun selesai jam 9 pagi. (-Zuzan)

Ular Laut
Ular Laut

 

Nih liat foto-foto aja lah ya..

Sunrise di Alor
Sunrise di Alor

 

Ala-ala Local Tribe Alor
Ala-ala Local Tribe Alor
Sunset di Alor
Sunset di Alor
Dive Article, Dive Trip

SAC Makassar Reunion Trip – Destination Ternate

Setiap orang punya momen ‘pertama kali’ melakukan sesuatu dan ingin mengenang momen itu sepanjang hidupnya. Seperti pada tulisan ini, ada banyak hal baru yang kami temui saat melakukan dive trip di Ternate. Terlebih karena dive trip kali ini adalah perjalanan spesial.

SAC Makassar Reunion Trip

SAC Makassar Reunion Trip – Destination Ternate, begitu judul perjalanan kami kali ini. ‘Reunion Trip’ karena tujuannya memang untuk ngumpulin kembali SACers yang sudah terpencar di berbagai daerah di Indonesia dalam satu dive trip. Maka atas ide dari Pak Ketua, Arief Pattiiha diputuskanlah Ternate sebagai destinasi kali ini dengan total 4 hari (termasuk kedatangan dan keberangkatan) dari tanggal 17 sampai 20 April 2014. Arief yang memang domisili Ternate dengan baik hati bersedia jadi tuan rumah sekaligus memperkenalkan underwater Ternate pada kami.

Sungguh betapa mulianya.

Awalnya saya pesimis bisa gabung dalam dive trip ini. Jangankan minta cuti, pulang tepat waktu di hari kerja saja saya gak berani. Mungkin ini sudah ada dalam DNA saya: menjadi karyawan tidak bernyali. Diperparah lagi dengan tugas perjalanan dinas tepat di hari kami seharusnya berkumpul di Ternate. Pupus sudah rencana dive trip saya.

Siapa sangka, tujuan perjalanan dinas saya ternyata justru ke Ternate. Memang benar-benar jodoh. Dan sejak saat itu saya makin percaya kalau jodoh memang gak bakal tertukar. Soalnya jodoh memang diciptakan dari tulang rusuk. Jadi kemungkinan tertukarnya yaaah.. agak susah. Ya masa bisa sih tulang rusuk kita ketukar-tukar? Terus kalau bisa tertukar gimana balikin ke pemilik aslinya?

ini kenapa juga saya jadi bahas rusuk.

Maka setelah beberapa drama penerbangan: ada yang delay, ada yang mesti reroute dan ada yang ketinggalan pesawat, terkumpullah kami semua di Ternate. Selain saya, ada om Wewe, Nando dan om Andre dari Jakarta, Neng Wina dari Semarang, Neng Sita dan Denny dari Kendari, om Reko dan Teh Eli dari Makassar, Mak Jowvy dan om Zul dari Jakarta. Hasilnya adalah gerombolan rame dan rempong.

Dengan riang gembira kami berkumpul di rumah Arief yang dengan baik hati merelakan rumahnya untuk kami tinggali selama di Ternate. Sebuah keputusan yang nekat, mengingat kami adalah gerombolan yang gak suka malu-malu dan makannya banyak.

Dive pertama dibuka dengan bahagia. Ditutup dengan insiden hilangnya ponsel 2 orang dari kami. Tapi keduanya ngotot mengaku tetap bahagia. Meskipun beberapa dari kami gagal menemukan hubungan yang masuk akal antara hilangnya ponsel dengan kebahagiaan.

Dive kedua dan selanjutnya kami menemukan defenisi dari kata ‘happiness’.

Diving di Ternate memang ajaib. Gak perlu jauh-jauh, cukup dengan shore entry di pantai Swering (yang lokasinya di pinggir jalan raya) kita sudah disajikan pemandangan macro yang dahsyat. Ada juga nuansa mistis di spot pilar-pilar dermaga yang berakhir dengan wreck di kedalaman hanya sekitar 10 meteran di area pelabuhan. Atau di belakang Masjid Raya Ternate tempat berdiamnya para Batfish. Ini sungguh sangat membuat iri kami-kami yang kalau mau diving harus menyediakan waktu dan tenaga yang gak sedikit. Contoh untuk bisa 2 kali dive saja biasanya kita mesti nyiapin rute dulu, mesan kapal, gotong-gotong divegear, lalu pulang udah malam atau besoknya.

Lah, di Ternate mau diving tinggal mampir di pinggir jalan, gear up di pedestrian, pesan kopi dan roti ke abang gerobakan, lalu nyemplung sambil nunggu pesanan siap. Udah gitu di bawah ketemu Walking Shark pula. Habis diving ngopi-ngopi dulu sambil makan roti bakar, ngebilasnya entar aja di rumah. Effortless happiness. Kurang ajar banget gak sih?

Itu baru di pinggir jalan raya. Ada juga spot yang lebih dahsyat di pulau-pulau sekitar Ternate. Mau nyari pelagis, main arus, atau merasakan sensasi diving di bawah gunung berapi, semua ada.

So, diving di Ternate ini bisa dinikmati segala level diver. Mulai dari pemula sampai Mbahnya Diver. Tinggal pilih lokasi dan objeknya.

  1. Diving gak perlu menghabiskan banyak waktu dengan menyeberang menggunakan kapal. Pakai kapal pun, destinasinya sangat worthed.
  2. Pemandangan underwaternya sudah bisa dinikmati di lokasi yang dangkal. Air lautnya aman, bersih dan belum tercemar. Gak perlu meyelam dalam, kecuali memang mau main di bangkai pesawat tempur dan mobil perang seperti di Morotai.
  3. Night dive dengan nyaman, mudah, santai sambil menikmati pemandangan kota Ternate di malam hari.
  4. Kalau beruntung, sering kita bisa temuin bekas peninggalan sejarah di bawah laut, mengingat Ternate adalah kota penting perdagangan di masa kolonial. Dan laut menjadi sarananya waktu itu.

Total kami melakukan 7 kali penyelaman di 5 spot berbeda. Kelets point, Nightdive Swering, Wreck Pelabuhan Ternate, Samoy Point dan Tanjung Konde. Semuanya dahsyat-dahsyat. Sayang waktunya terbatas. Padahal spot divingnya masih buanyak banget.

Let the pictures talk aja, lah yaa.. Foto-foto lengkapnya ada kok di fanpagenya SAC Makassar atau di album facebooknya Arief Patiiha.
(-Ucha)

SAC Makassar Reunion Trip
Photo by Arief pattiiha
SAC Makassar Reunion Trip
Photo by Arief pattiiha
SAC Makassar Reunion Trip
Photo by Arief pattiiha

SAC Makassar Reunion Trip

SAC Makassar Reunion Trip
Photo by Arief pattiiha
SAC Makassar Reunion Trip
Photo by Mudzakkir
SAC Makassar Reunion Trip
Photo by Mudzakkir

1888643_737252602963555_1250273289170441855_n

10176200_737251832963632_2082733275114250824_n

10277513_737249692963846_8633473891701578221_n

10153281_737250966297052_5809910867896483228_n

10169225_737250682963747_986398404010009744_n

SAC Makassar Reunion Trip

 

Dive Article, Dive Trip

Di Antara Tiang Beton

Halooooo.. SAC buddies!

Hmm.. pengen share tentang diving di Ternate nihh.. maap yaak kalo redaksinya rada2 ancur.. maklum bukan reporter sihh. Hehehe..

Buat yang pernah dive di Ternate mungkin sudah pernah ngerasain sensasi nyelam di antara tiang2 beton yang dipenuhi berbagai jenis terumbu karang.

Buat yang belum pernah, saya kasi sedikit review-nya yaa.. kali2 aja pada minat mau datang dive di Ternate..
Dive site ini tepat berada di depan kota Ternate. Yup! di Pelabuhan A. Yani, Ternate. So pasti akses jadi sangat mudah. Pergi dive pake sepeda motor pun bisa.

Kontur dasarnya berupa reef flat & slope dengan max depth saat air pasang sekitar 12-15 meter. Visibility boleh dikatakan cukup baik untuk lokasi selam di daerah urban. Komposisi dasar berupa pasir hitam & sedikit endapan lumpur.

Banyak juga barang2 bekas seperti botol minuman, ban bekas, alat2 rmh tangga, kipas angin dll. Sepertinya banyak sampah ya? Tapi jangan salah, kalo diperhatikan baik2 kita bisa ketemu sama biota2 unik yg sembunyi di sekitar situ. Iya, di pelabuhan Ternate selain menikmati warna warni koral di tiang dermaga, kita bisa juga melakukan muck dive.

Berbagai jenis biota mule dari longhorn cowfish, nudibranch, devil stingerfish, pufferfish, scorpionfish, flying gurnard, lionfish, waspfish, clown frogfish, moray eel, walking shark, crocodile fish gede sampe schooling batfish bisa dijumpai di sini.

Yang paling berkesan ituuu.. nyelam di antara tiang-tiang dermaga yang dipenuhi oleh rimbunnya soft coral yang menggantung, sampe ada beberapa sea sponge & sea fan cukup besar yg tumbuh di sini.

Oh iyaaaa.. hampir lupaaa! kita juga bisa wreck dive di site ini lhooo.. coz ada bangkai kapal yang cukup besar. Kedalaman wreck hanya sekitar 8-10 meter saat air pasang, jadi sangat mungkin dijangkau oleh diver level A1/open water.

Buat yang suka jepret2, Site ini ideal untuk wide angle & macro photography.
berikut ini ada beberapa preview foto UW di Pelabuhan:

shallow reefs
shallow reefs
sea fan under the pier
sea fan under the pier
the wreck
the wreck
concrete pillars
concrete pillars
schooling Platax sp
schooling Platax sp
Rysbecia sp
Rysbecia sp
Dive Article

Saya Tahu Mengapa Laut Begitu Setia Pada Langit

Seorang teman kost, Adi namanya, suatu hari mengajak saya ke pulau Bunaken, pulau wisata yang terkenal dengan taman lautnya di Manado. Hari itu Adi diminta oleh kantornya menemani tamu dari Jakarta yang akan ke Bunaken. Saya setuju ikut. Pakaian ganti saya siapkan, kami pun berangkat.

Itulah untuk pertama kalinya saya “melaut”. Perahu kecil bermesin tempel menjadi alat transportasi kami. Sekira 20 orang bisa muat di dalamnya.

Perlahan tapi pasti perahu mulai melaju. Saya duduk di sisi kanan, menghadap ke belakang. Mata saya lekat pada tangan cekatan yang mengarahkan mesin tempel memecah ombak. Di tengah perjalanan, tiba-tiba puluhan lumba-lumba hidung botol berlomba mengiringi kami seakan menggoda. “Ini sebuah perjalanan istimewa,” dalam hati saya berbisik.

Belum juga tiba ke dermaga, perahu berhenti di tengah laut. Pemilik kapal menjelaskan pada kami bahwa lokasi itu adalah lokasi snorkeling favorit. Saya bisa melihat beberapa perahu lain yang juga berhenti di sekitar kami. Seisi kapal berteriak girang. Kecuali saya, semua berebut mengambil dan mengenakan pelampung yang sudah disiapkan di kapal. 5 menit berikutnya semua penumpang sudah menceburkan diri ke laut. Snorkeling.

Saya tidak pernah membayangkan apa yang akhirnya saya saksikan hari itu. Langit yang cerah dan laut biru membentang sepanjang horizon. Belum pernah sebelumnya saya melihat laut seluas mata memandang. Saya berdiri memaku di depan geladak kapal. Membiarkan tubuh mengikuti gerakan perahu yang diayun ombak ke kiri dan kanan. Dari atas perahu saya bisa melihat terumbu karang warna-warni di bawah sana. Suara tawa orang-orang yang snorkeling redam terbawa angin.

Lautan Biru

Saya terbuai. Pandangan saya liar menjelajah, menyapu horizon dari timur ke barat. Laut luas biru menghampar, berpegangan pada langit. Seperti sepasang kekasih yang tidak ingin terpisah, laut dan langit diam dalam kesetiaan. Mereka begitu sempurna menyimpan rasa demi sebuah mahakarya keindahan. Keduanya begitu tenang, begitu menakjubkan. Saya teringat seorang teman yang pernah berkata: langit selalu jatuh cinta pada laut. Saya setuju, karena hanya laut yang memahami birunya langit. Hanya laut yang tetap berada di sana meski mendung, hujan dan angin berusaha menjaraki mereka. Bukankah hanya laut yang tetap menyimpan biru, meski langit sedang abu-abu?

Ketika langit amarah, laut sejatinya tenang dan damai. Gelegar petir dan badai selalu saja mengajak laut untuk ikut menunjukkan gundah. Tapi laut enggan. Ombak yang menggulung menjadi reaksi dari laut untuk meredam amarah langit. Di bawah sana, laut tetap tenang. Seakan tidak membiarkan siapa pun tahu apa yang terjadi antara ia dan langit di luar sana.

Saya tersenyum menikmati drama yang saya ciptakan sendiri. Lalu saya sadar, saya sedang jatuh cinta. Ya, jatuh cinta pada laut. Jatuh cinta pada pertemuan pertama. Langit mungkin cemburu, saya tidak peduli. Perlahan mata saya terpejam. Sesekali angin laut berhembus tepat di depan wajah, membawa aroma laut yang bisa saya hirup dalam-dalam.

Lautan biru

Hari itu, 9 tahun yang lalu, saya menemukan rasa cinta yang tumbuh kuat pada laut hari demi hari. Dalam perjalanan pulang saya terus mensyukuri mahakarya Tuhan yang menghampar menyimpan begitu banyak keindahan dan misteri. Ombak memercik dari badan kapal yang melaju, seakan memanggil mengajak bermain. Hingga akhirnya saya tiba kembali ke daratan, dan laut tetap di sana. Saat itu saya berjanji dalam hati akan membuktikan rasa ini, bercengkarama dengan laut lebih intim lagi, menyelami dalamnya lautan suatu hari nanti.

Activity, Dive Trip

Try Suba : Nyelam, yuk!

Akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggu tiba untuk sharing : Try Scuba.
Sore itu, Minggu 4 Maret 2012 rombongan team SACmakassar ngumpul di Kolam Renang Mattoanging
Yang kebagian kesempatan adalah Binbin, Elly, Irma, Zuzan, Ucha dan Jowvy
Begitu juga teman-teman SMA yang kemaren berhasil menang doorprize dari ajang talkshow Nyelamyuk
Totally yang jadi ikutan hanya tujuh orang sih
Tiga orang diantaranya tidak ikut karena tidak diizinkan oleh orangtua mereka.

sac makassar try scuba
serius nyimak "pengarahan" Kakak Binbin. Kakak Ucha sakit gigi kah?

Sesi diawali dengan stretching and warming up oleh Kakak Mamih Jow (agak maksain status nih), demi menghindari terjadinya kram otot yang biasanya menyerang jika langsung “turun air”
Usai itu, Kakak Binbin lalu mulai menjelaskan bertahap mengenai peralatan SCUBA Diving serta cara menggunakan.
Bagaimana melakukan equalizing dan menghembuskan air yang mungkin masuk dalam masker.
Mereka juga diajarkan beberapa basic SCUBA Sign untuk menjalin komunikasi non verbal di bawah air nanti
Kakak Binbin yang notabene sudah megang lisensi Dive Master itu, juga gak lupa menunjukkan beberapa cara nyemplung yang lazim digunakan oleh para tukang silem.

sac makassar try scuba
ini tabung...bukan tabungan yaa...

Sementara Kakak Irma sibuk klick and flick dengan giat, mengabadikan setiap momen menggunaka kamera bongsornya
Kak Zuzan juga gak kalah heboh nge-shoot pake ipad2 andalannya
Hmm, itu bertujuan demi menjaga mood narsis dalam diri setiap peserta dan panitia tentu saja

Setelah memastikan semua peserta Try Scuba telah paham dengan penjelasan Kakak Binbin, sesi gear up pun dimulai
beberapa peserta ada yang bolak balik narik nafas panjang…dan langsung ngangguk waktu dituduh : Nervous ya?!
Satu yang paling kliatan gugupnya adalah Aslan….gak heran, karena dia the one and only yang sama sekali gak tau berenang!!!
Peserta lalu dibagi dua sesi dengan komposisi satu Panitia megang satu Peserta
Kakak Ucha dan Kakak Elly termasuk yang ikutan ngawal peserta sekaligus bagian moto2 “pemandangan” di bawah air

Kebetulan di sesi pertama saya (Kakak Mamih Jow ) kebagian mengawal Aslan yang tidak tahu berenang
Tampangnya anak ini asli cemas di pinggiran kolam renang. Lumayan butuh waktu untuk memotivasi dia segera giant step nyemplung.
Melihat ekspresi dia yang gak rileks itu, maka untuk alasan kenyamanan dan keamanan Aslan saya sarankan turun perlahan dengan berpegangan pada tangga kolam hingga ke dasar
Aslan dipandu untuk menjaga level horizontal tubuhnya, sambil perlahan ber’jalan’ mundur bertumpu pada tangan di dasar kolam
Belum setengah lebar kolam dicapai, ia lalu memberi kode ascent. Kami naik perlahan (tapi kayaknya dia mo kepingin buru-buru nyembul)
Di permukaan dia menjelaskan kalau ia belum berhasil melakukan equalizing sempurna untuk telinga kirinya dan itu bikin dia agak tersiksa lalu pengen segera cari udara

sac makassar try scuba
cieee... yang bangga akhirnya bisa ngrasain nyilem...;)

Setelah menjelaskan lagi cara equalizing, saya coba ngajak dia untuk turun lagi. Masih di kedalaman 3m
Kali ini dia lebih tenang dan sudah lebih tahu mengendalikan tangannya untuk equalizing bergantian dengan turun berpegangan pada tangga dan mengendalikan BCD button
Diapun sesekali nyoba melayang sambil menggerakkan kakinya, kicking. Gak terasa, tau-tau aja sudah melipir sampai ke ujung kolam 
Begitu ascent, dia langsung jejeritan heboh ceria….”yiihiiyyy….tidak bisa ka berenang tapi bisa ja langsung menyelam…wuuhhuuuy!”
Pokoknya ke setiap teman yang ditemuinya langsung saja pamer “Woee… bisa ma menyelam gang biar tong tidak tau ka brenang…apa ko!”
Yang lain pun komen “ iyo tauwwa..!” menanggapi hebohnya Aslan.

Giliran berikut, Astri.
Karena sudah ngerti berenang, Astri gak kelihatan takut air.
Dia memilih masang gear di permukaan air. Badannya yang ‘tipis’ gak kuat ngangkat se-set dive gear sebelum nyemplung. Begitu akunya 
Setelah semuanya terpasang, kami coba descent perlahan
Belum nyentuh dasar kolam, o’ow tiba-tiba dia terlihat gelisah, menyentak-nyentak mau naik. Parahnya, mouth piece langsung dilepasnya lalu berteriak-teriak panik di permukaan
Kakak Binbin langsung mengambilalih Astri dengan memintanya telentang dan tenang.
(Secara, dengan reflex Astri langsung menjadikan eikeh tumpuannya buat naik. Masih jauh dari tepian tuh neng….pffhh!)

Dan usailah sesi Try Scuba #NyelamYuk sore itu
Masing-masing membawa kenangan sendiri dengan mendapat satu lagi pengalaman yang baru
Saya juga ikut nyimpan suatu pelajaran…
Betapa ketenangan dan penguasaan diri itu sangat penting dimiliki
Bagaimana sikap panik itu bisa cenderung membahayakan diri sendiri
Dan bahwa preparing ourself itu benar-benar mutlak dilakukan

Tapi lagi-lagi masih ambil jurus ngeles,
ande aer kolam itu visibilitynya agak jauh….
mungkin teman-teman bisa lebih nyaman
mungkin mereka akan merasa lebih pede bisa liat-liatan dengan teman mereka di sisi kolam yang lain
mungkin juga sesi foto-foto underwater akan membuat mereka merasa lebih relaks

sac makassar try scuba
inilah 'penampakan' yg tertangkap kamera di kedalaman 3m

Sayangnya, visibility dalam kolam sangat-sangat buroook . Semeterpun tak sempurna
Dan sutralah…semua sudah terlalui.
Well….kakak-kakak yang lain dan teman-teman sekalian…ayo cerita juga pengalaman masing-masing di sini.

Activity, Dive Trip

Talk Show “Nyelam Yuk!” – Lautku Tempat Bermainku

Sac Makassar Try Scuba
Sac Makassar Workshop "Nyelam yuk"

Ga pernah bosen rasanya untuk berbagi, meski kami bukan ahlinya. Remember : “We are not the expert…but WE DO SHARE” dan selalu hal ini yang melandasi kami SAC-Makassar buat share sumthing apa yang kami tau tapi bukan berarti sok tau 😀

Kali ini menjadi gilirannya Kaka Desta yang didaulat sebagai Pa KetuPat acara ini, berawal dari obrolan kami Ramadhan kemarin ingin berbagi kecintaan terhadap laut untuk teman-teman SMU dan sederajatnya dengan objectivenya nih agar kesadaran menjaga laut bisa ditularkan sejak dini. *sueran Desta yang pertama kali ngasih ide.gue hanya mengiya-iyakan* Seperti konsep mainan-nya Mami Jowvy “kalo kita udeh cinta ama sebuah mainan,pasti bakal berusaha juga menjaga mainannya”. Another sharing project yang sempat tertunda di taun 2011 karena kesibukan, akhirnyah terealisasilah di awal tahun 2012 yang bahagia ini.

komunitas diving sac makassar
pejabat penting SAC abis meeting acara talk show *btw Koko arip Sexseeh dueh*

Setelah menggodok materi kurang lebih seminggu *ya kan? *mengerlingkan mata* krn penulis ga ikut terlibat :p* akhirnya terlahir lah Talk Show: Nyelam Yuk! yang diadakan hari Sabtu tanggal 25 February 2012 mulai jam 15.30, kali ini bertempat di Gedung miringnya Telkomsel, Baruga Telkomsel Lt. 5 Jl. A.P Pettarani no. 3 A Makassar semuanya akan berkumpul dan berbagi.

Dukungan penuh sang pemilik tempatpun sangat membantu melancarkan acara ini, ga cuma tempat, kebetulan Telkomsel memiliki komunitas yang pas buat ngebantu kita menyebarkan “racun” ini dengan sasaran yang juga pas kaya Nescafe pas *lho?!?!? heuheu…maap ga sengaja kesebut* TSC (Telkomsel School Community) sssstttt….kita ga bilang lo yah kalo beberapa buddies SAC-Makassar adalah pegawainya entar disangka Nepotisme lagi, ya kan Sita, Ucha, Kak Rahmat, Emak Jowvy??? Kolaborasi SAC-Makassar dan Telkomsel yang klop!! kalo emang jodo yah… ga kemana *plakk!!!! curcol*

Informasi mengenai kegiatan ini disebar melalui poster *liat deh keren kan posternya* yang dibagikan ke sekolah-sekolah sasaran SMU dan Sederajat tentunya,bukan ke apotek ato toko kaset apalagi pasar malem terdekat. Juga disebar melalui media sosial seperti Facebook, twitter dan BM (broadcast Message) *even udeh jauh tetep usaha bantuin* dan ingat sodara-sodara kalo acara ini tidak dipungut biaya apapun alias GRATISSSS…..Yang paling luar biasa dari acara ini adalah Doorprize-nya dong kita membagikan voucher untuk TRY SCUBA buat 10 orang yang beruntung.

Dari pukul 10 *katanya* semua kakak pengasuh udah bersiap-siap mempersiapkan semuanya *pada saat yang bersamaan soalnya penulis ga ikut bantuin krn harus menemani bintang tamu kakak Ria Qorina Lubis menyelam di Gusung eits…yang sirik diem* Ini update fotonya kalo mereka emang bener-bener terbukti siap-siap sambil curhat-curhat enak ala koko Arip *sekali lagi katanya :D*

sac makassar
Persiapan yang sungguh sangat serius

Seneng deh kalo ternyata acara kita diapresiasi dengan antusias, rasanya cape ilang seketika saat mendapati teman-teman yang masih berseragam ria ini dateng jauh-jauh sebelum waktunya. Acara dimulai jam 15.30 tapi merekan udah dateng dari jam 13.00-an.

sub aquatic community makassar
mereka rela menunggu lama mungkin nanggung juga kali ya pulang sekolah langsung ajah lah

Dan satu persatu teman-teman berdatangan, mereka wajib lapor dulu dimeja wajib lapor untuk mengisi daftar hadir dan menuliskan nama mereka sendiri di stiker lalu ditempelkan dibaju sebagai tanda pengenal. Ga hanya wajib lapor merekapun wajib menerima merchandise, snack dan juga stiker Nyelam yuk dan SAC-makassar.

sac makassar
Mereka Wajib lapor dulu sebelum ikutan acaranya

Dan lebih-lebih dikit dari 15.30 acarapun dimulai oleh seorang MC kondang-an Mami Jowvy Kumala yang mampu membuat para pemuda dan pemudi ini bersemangat. Mami Jowvy ikutan seru dan heboh *beti dengan ga mau kalah muda, secara umur si emak jauh berbeda 3 kali lipetnya* dengan para ABG yang unyu-unyu inih di sesi perkenalan. Masing-masing peserta “dipaksa” berjoget dan menyebutkan bau aneh favoritnya yang kemudian menjadi nama tambahan untuk panggilannya nanti selama acara berlangsung.

Selesai sesi perkenalan yang seru ituh,tibalah acara utama dari segala acara utama yaitu sesi “meracuni” yang dibawakan oleh Kakak Desta Pratama *dari namanya pasti kakak desta adalah anak ke 3, iseng :D* materi berjudul “Nyelam Yuk! Lautku Tempat Bermainku” sukses didongenkan oleh Kak Desta dan membuat para unyu-unyu inih terkesima.

Kakak Desta sedang mendongeng tentang keindahan bawah laut
sac makassar
Peserta talk show terkesima

Kira-kira 1 jam kaka Desta sukses membius para unyu-unyu inih dengan dongengnya, mereka diajak terlebih dahulu mengenal keindahan bawah laut dalam sesi “Indahnya bawah laut ‘ta”. Lalu Kak Desta menerangkan disesi “Bagaimana cara menikmatinya?” bahwa dalam menikmati keindahan bawah laut selain mendengar cerita dari orang dan nonton di TV adalah dengan Skin Diving atau yang lebih dikenal dengan Snorkeling serta SCUBA diving. Pertanyaan yang selalu otomatis terlontar adalah “Apakah mahal?” untuk menikmati keindahan bawah laut ini, Kak Desta dengan senang hati membagi Tips and Trick untuk hal ini, Kak Desta bilang “Mahal itu relatif”.

sac makassar talk show
Kak Desta semakin semangat mendongeng

Kak Desta juga membahas kalo memang tertarik, untuk Snorkeling atau Skin Diving bisa saja langsung dilakukan dengan menggunakan alat-alat yang memang diperlukan untuk Snorkling, tetapi untuk SCUBA Diving tentu sajah perlu tahapan khusus untuk bisa melakukannya salah satunya adalah TRY Scuba lalu selanjutnya teman-teman diharuskan mengikuti pelatihan khusus untuk mendapatkan license demi keamanan dan kenyamanan. Kak Desta mengingatkan dalam melakukan SCUBA diving kita harus cerdas (Dive Smart) artinya teman-teman harus mematuhi semua peraturan dan prosedur Scuba diving tanpa terkecuali berkaitan karena berkaitan dengan keselamatan diri kita sendiri terlebih lagi karena Diving merupakan olahraga beresiko tinggi yang bisa mengakibatkan kecacatan permanen bahkan meninggal.

ria qorina lubis sac makassar
Ria Qorina Lubis menunjukkan hasil foto underwater

Selesai Kak Desta Bercerita dan mendongeng, acara dilanjutkan dengan sharing pengalaman dari para kakak-kakak Pengasuh diawali oleh bintang tamu kita kakak Ria Qorina Lubis (fotografer profesional ternama yang telah membuat beberapa buku dan foto-fotonya telah banyak dimuat di majalah-majalah)

Lalu dilanjut oleh Dive Master kita berbagi pengalaman mengenai Diving yaituh Kakak Binbin Mariana serta diikuti sharing pengalaman tentang diving dengan kakak-kakak pengasuh lainnyah.

binbin mariana
Kakak Binbin Abi Slank lho itu mah nama personel SLANK 😀

Acara ditutup dengan seru dengan berbagai games menarik yang menguras tenaga, kreatifitas, mental dan tawa 😀 dan tentu sajah hadiah-hadiah yang bisa dibawa pulang dengan bahagia. Hey DOORPRIZE TRY Scuba apa kabar yah???? Nah Doorprize akan dibagikan kepada 10 pengirim twit terbaik yang dikirimkan melalui twitter dengan menyertakan hashtags #NyelamYuk #T-Sel dimention ke @SACmakassar selama acara berlangsung. Kakak-kakak Pengasuh semua yang menjadi jurinya, dan keputusan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat!!! *melotot* ini dia 10 orang yang Twit-nya terpilih, apakah mereka dengan mudah mendapatkan hadiah utama itu? ohohoho…tentu tidak liat apa yang Kakak Binbin perbuat dibawah ini :

binbin mariana
perhatikan gulungan lengan kakak binbin semakin keatas 😀

Tentu sajah setelah sukses diini itukan oleh kakak pengasuh para pemenang ini berhak atas TRY SCUBA untuk 1 kali mencoba selanjutnya terserah anda. Simbolis diserahkan oleh Kakak Desta sendiri, Ibu bendaharan SACmakassar Kakak Eliana Musi, Kakak Ria Qorina Lubis dan yang lainnya hingga sepuluh orang terbagi.

Penyerahan Try Scuba oleh Kakak Desta Pratama *pasti anak ke-2 deh, tetep sok yakin*
Penyerahan Try Scuba oleh Kakak Ria Qorina Lubis
Penyerahan Try Scuba Kakak Eliana Musi
Dan inilah ke 10 orang yang beruntung itu

Selamat yaaaa……*yg ngasih jempol, nyelemnya belum udeh minta naik aja*

Selesai sudah rangkaian acara Talk Show: Nyelam Yuk! Gak apdol kalo ga ada session poto bareng ini dia saatnya panitia dan peserta berbaur….cheeesss!!!!! smile……… 😀

Smileeeeeeee..........cheeeesssseeeeee.............aaaaaaaa........

dan inilah para kakak pengasuh yang tampan, cantik dan baik hati itu!!!

Sub-Aquatic Community Makassar
sac makassar
Dive with us and be one of us

NOTE: Perhatiin deh!!! Kenapa tulisan di Kaos Kakak pengasuh tulisannya “Tanya Saya” menurut sang pembuat kaos yang sayang pangkat setriliun ga bisa hadir yaitu Kakak Dimas Bayu-saat itu harus pergi ke Jakarta- filosofinya adalah Even though we are not the expert, but we do share…

“We are not the expert…
but WE DO SHARE”

Dive Article

Mitos Seputar Olahraga Menyelam

Setiap kali saya cerita tentang kegemaran saya menyelam, selalu saja muncul reaksi yang bisa ditebak. Semua orang memberikan tanggapan yang hampir sama. Dan jawaban saya pun selalu sama.

Mitos Seputar Diving
Mitos Seputar Diving

Belajar menyelam butuh waktu lama

Iya memang, tentu saja bisa memakan waktu cukup lama untuk sampai ke titik di mana Anda bisa menyelam dengan gaya ‘James Bond Night Diving’. Tapi kalau Anda gak punya waktu, gak masalah untuk bisa tetap belajar menyelam. Ada ‘Try Scuba’ atau ‘Discover Scuba Diving’. Keduanya adalah kursus singkat menyelam. Tapi meskipun singkat, Try Scuba ini bisa memberi pengalaman yang sama seperti penyelaman lain. Yah setidaknya Anda tahu bagaimana rasanya berada di dalam air, melakukan penyesuaian dan benar-benar merasakan sensasinya.

Hiu Akan Menyerang Anda

Jangan percaya apa yang Anda lihat di film-film. Hiu umumnya gak berbahaya dan gak agresif kok. Yang terjadi adalah, hiu justru menjadi incaran oknum gak bertanggung jawab karena ditangkapi demi potensi ekonomis dari siripnya. Hiu ini biasanya melarikan diri ketika melihat penyelam atau gelembung dari peralatan selam. Lebih dari 360 spesies hiu, hanya 4 yang dianggap berbahaya: the great white shark, tiger shark, bull shark dan the oceanic white-tip shark. Kabar baiknya, jenis hiu ini termasuk sangat langka dan hanya dapat ditemukan di daerah-daerah di luar Indonesia.

Menyelam Itu Mahal

Gini yah, anda tidak perlu membeli semua peralatan selam ketika Anda baru mulai belajar. Pada awalnya, Anda hanya akan membutuhkan 3 peralatan dasar: masker, snorkel, dan sepasang fin. Menyelam itu gak mahal. Untuk sekali menyelam, mungkin Anda malah bisa menghabiskan uang lebih banyak saat nonton bioskop.

Jika Anda sudah di tingkat mahir, nah Anda mulai bisa belanja peralatan selam Anda sendiri. Lagipula peralatan selam adalah barang yang tahan lama dan bisa dipakai bertahun-tahun.

Anda Harus Dalam Kondisi Sempurna Untuk Bisa Menyelam

Iya, memang benar. Kondisi yang fit akan sangat membantu kita untuk bisa menikmati penyelaman. Tapi Anda tidak harus jadi David Beckham atau Kobe Bryant untuk bisa menyelam. Simpelnya, jika Anda bisa berenang, Anda pasti akan lebih nyaman di dalam air. Tentu saja, stamina penting karena menyelam adalah olahraga yang aktif. Kondisi yang fit tidak berarti anda harus berusia antara 17-40 tahun, bebas asam urat, dan tidak menderita kolesterol. Tidak seperti itu. Intinya, setiap orang yang sehat dapat melakukan olahraga menyelam.

Menyelam Itu Berbahaya

Menyelam bisa berbahaya hanya jika tindakan pencegahan keselamatan tidak diikuti. Seperti olahraga lainnya, menyelam perlu pelatihan. Pelatihan yang benar akan membantu anda untuk siap di tiap situasi. Semakin sering Anda menyelam, semakin Anda akan merasa nyaman di bawah air. Jika Anda memiliki pelatihan dan mengikuti prosedur yang benar, kesalahan bisa dieliminir. Selain itu, peralatan selam modern saat ini juga sudah sangat memudahkan.

Olahraga Selam Tidak Ramah Lingkungan
Faktanya, menyelam justru membantu orang menjadi lebih sadar lingkungan. Asosiasi selam di manapun selalu menghimbau para penyelam untuk melindungi terumbu karang dan penghuninya. Bahkan ada banyak komunitas selam yang sering melakukan praktek sadar lingkungan mulai dari memungut sampah plastik di dalam laut hingga transplantasi terumbu karang. Para penyelam tahu benar bagaimana menghargai keindahan kehidupan laut. Para penyelam juga banyak yang senang berbagi dengan orang lain melalui foto-foto bawah airnya.

Nah.. Siap untuk nyemplung?

Activity, Dive Trip

SAMALONA NITE “DIVE” YANG….OUCH!

Menjelang tengah malam, 11:45 waktu Indonesia bagian Makassar. Bulan terang, langit cerah, laut kalem. Dermaga Sari Laut depan Benteng Rotterdam ramai-tamai penuh orang-orang yang malam mingguan di bulan Ramadhan. Di sisi dalam bagian dermaga yang agak gulita, juga ramai dengan penampakan dempetan-dempetan pasangan…ah yu no lah mereka ngapain situ. 

Aku nya bareng Kiki, Reko, Yasri, Farid, malam itu ngumpul di sana dalam rangka mo nyemplung bareng buat Nite Dive after Tarawih Ramadhan. Ceritanya membasahi insang karena gak bisa nyelem siang selama Bulan Puasa tooh. Awalnya sempat menargetkan turun di Barang Caddi untuk cari pemandangan baru. Tapinya karena gak nemu kapal yang memadai, calon peserta juga menyusut pelan-pelan jumlahnya, akhirnya diputuskan ke Kodingareng Keke saja ato Samalona lagi deh. Jadinya pake kapal Dg. Rewa.

Waktu Yasri belum turun, di kapal sempat tanya-tanyaan lagi, ini ke Kodi apa Samalona ya? Dg. Rewa nyahut kalo dia merasa dikonfirm untuk ke Samalona saja oleh Yasri. Dia sudah siap nambah bahan bakar lagi sih kalo kita ternyata lebih milih ke Kodi. Tapi akhirnya ya sutrahlah, Samalona saja. Sudah tengah malam ini juga. Dan, meluncurlah kami pelan-pelan heading to Samalona.

Belajar dari trip yang sudah-sudah, urusan persiapan, cek & ricek sebelum menyelam memang kudu-mutlak-wajib dilakukan sampe sesaat sebelum meninggalkan rumah. Maen angkut Mesh Bag dan sejenisnya karena berasumsi “seingatnya sih sudah ada semua mi itu di sana…” bisa merusak acara nyilem kalo tau-tau ada yang gak kebawa dan baru nyadar setelah mau set up alat.

Malam itu rasanya aku sudah benar-benar yang paling siap. Semua sudah disiapkan sejak 5 hari sebelumnya. Siang harinya malah mesh bag bela-belain dibongkar lagi dan diatur ulang untuk memastikan semua kebutuhan sudah masuk di situ, plus gear tambahan untuk turun malam. Bahkan urusan after midnight dive biar gak kedinginan juga disiapkan. Misal, baju ganti luar-dalam, sarung buat ganti baju di kapal, handuk tebal buat merangkap jadi selimut plus jaket, topi kupluk, kaos kaki…(ini persiapan mo nyelem ato mendaki gunung sih?) kumplit suda kakaaaa….!

Farid, sempat jadi bahan bulan-bulanan kami di perjalanan. Dia yang belum boleh nite dive karena lisensinya belum advance, maka memilih snorkling saja bareng Yasri, sementara kami di bawah aer sana. Nite Snorkle, begitu istilah untuk aktifitas dia di sana.

Samalona tampak gelap dari kejauhan. Kayaknya kalo tidak ada acara di pulau situ, asupan listrik yang hanya mengandalkan genset saja, tidak dinyalakan. Ato mungkin juga genset itu hanya dinyalakan sampai jam tertentu. Kalo sudah jam tidur tengah malam seperti ini, gak perlu genset lagi. Kami ‘parkir’ dekat Mercusuar -spot andalan- dan mulai melakukan set up peralatan. Masih sambil ngledek Farid dan Yasri lagi : “sabar ya…?! kalian ikuti saja cahaya lampu kami dari atas….bla bla bla”.

Wetsuit sudah dipake sejak berangkat. Cuci-cuci masker bentar, masang booties, Reko lalu nanyain Regulatornya ke Yasri… Setelah ngubek-ngubek semua tas yang mereka bawa, ternyata TIDAK ADA! jeng…jeng…! Yah mulai gak asik nih.. beneran gak ada dan seingatnya mungkin masih tergantung di suatu tempat di rumahnya sana… “Baiklah Farid, kayaknya aku mesti nemenin kamu nite snorkle deh kali ini..” Reko akhirnya ngomong gitu diringi kikikikik kami-kami…hiiyyaaa!!

Berkurang lagi satu buddy deh. Ya sudah aku cuma duet sama Kiki saja nih artinya. Sudah siap semua tinggal masang weight belt, aku dan Kiki lalu minta ke Yasri “mana mi weightnya di’?”, Yasri menoleh sambil melongo “lho, gak bawa yah? kenapa gak bilang minta dibawain tadi?!” jeng….jeng…jeng…jeng..!!!! hening sejenak…. lalu…. Bhuuwahahahaha!! Heningnya laut pecah dengan ledakan ketawa kami semua. (Ada rasa aneh yang seketika menesulup ke dalam dada #halah!) Jadilah kami saling menertawakan ke-bego-an masing-masing di bawah sinar rembulan. Asseeemm!!!

En yu no sodara-sodara, maka kompaklah kami berlima nyeblung malam itu dalam sebuah agenda kebersamaan yang indah : NITE SNORKLE TOGETHER yooow 😀 dan aku bareng Yasri melakukannya dengan penuh ke-lebay-an yang nyata…plus BCD and 200 bar tank. Puas?!

Baru kali ini dalam hidupku melakukan yang namanya : the best snorkle preparation, ever! di perahu Dg. Rewa sempat nyeletuk “begitu mo ki pigi Kodingareng? Bagemana mi kalo jadi tadi itu belah?!” #jleb pahit! Jadi, gitu deh cerita Nite ‘DIVE’ pertamaku untukmu buddies, di bulan Ramadhan ini *nyengir*.

Dive Article, Dive Trip

Muck Diving & Pulau Gusung Makassar

Lion on wheel - Sumarjito

Istilah muck diving diambil atau berasal dari sedimen yang berada di dasar laut: biasanya  berhubungan dengan lingkungan penyelaman yang “kotor” dan berlumpur. Selain dasar dengan sedimen lumpur, pada daerah muck diving dapat terdiri dari karang mati, peralatan bekas pakai, ban-ban bekas dan sampah buatan manusia. Selain itu, visibilitas biasanya berada dibawah standar bila dibandingkan dengan reef diving.

“Muck/kotoran” itu sendiri yang membuat daerah muck diving begitu berbeda dan menarik.  Karena sedimen/ lumpur/ sampah adalah habitat yang sempurna untuk berbagai macam biota eksotis dan unik. Dimana mereka membuat sarang/ tempat tinggal di sedimen lumpur dan “sampah” yang membentuk lingkungan itu (muck environment). Beberapa biota laut unik dapat kita temui, seperti nudibranch berwarna-warni, anglerfish, shrimp, blue-ring octopus, dan pygmy seahorse.

Aktifitas muck diving ini banyak diminati oleh para penggemar fotografi makro bawah laut. Air tenang dan dangkal memberikan kesempatan luar biasa untuk memotret makhluk yang bersembunyi di antara sedimen lumpur dan sampah.

Tempat yang paling populer untuk kegiatan muck diving adalah selat Lembeh di Sulawesi Utara karena banyak biota menakjubkan yang akan kita temukan selama menyelam. Sedangkan untuk daerah Makassar, kegiatan muck diving dapat dilakukan di pulau Gusung yang hanya berjarak 1,6 km dari Makassar.

Coral cover pulau Gusung sekitar 30-40% di kedalaman 1-2 meter, dengan komposisi dasar pasir putih dan ditumbuhi rumput laut. Saat awal meyelam kita dapat menikmati banyak ikan karang yang lalu lalang. Pada kedalaman 3-15 meter komposisi dasar agak berbeda, yaitu pasir putih bercampur endapan lumpur dan banyak terdapat ban bekas. Jarak pandang sekitar 3-5 meter. Di site ini kita akan menjumpai berbagai spesies nudibranch & flatworm dengan ukuran jempol orang dewasa sampai yang lebih kecil dari kuku jari kelingking. Karena Itulah kami akhirnya menamakan site ini, “Nudieville”. Fotografer bawah laut Ria Qorina Lubis sudah pernah menjajal dive site ini pada bulan Februari 2012 lalu.

Beberapa foto nudibranch pulau Gusung, Makassar :

Chromodoris sp - Binbin Mariana
Hoplodoris sp - Andreas Susanto
Discodoris sp - Irma Savitri
Glossodoris sp - Eliana Muis
Jorunna sp - Sumarjito

Sub-Aquatic Community Makassar, “we are not the expert.. but we do share”

Dive Article

Kepulauan SPERMONDE – Pintu Gerbang Terumbu Karang Sulawesi

pulau Kodingareng Keke.

Kepulauan Spermonde atau yang dikenal sebagai pulau-pulau Sangkarang, terdiri dari ± 121 pulau, tersebar dari Takalar di selatan hingga Mamuju di utara Sulawesi. Berada di Selat Makassar dan memiliki terumbu karang yang mudah diakses dari kota Makassar. Beberapa terumbu karang di batas terluar Spermonde disebut “Spermonde Barrier Reefs”.

Kepulauan  Spermonde dibagi menjadi empat zona dengan menarik garis dari utara ke arah selatan.

Zona pertama atau zona yang paling dangkal, sejajar dengan garis pantai dengan kedalaman maksimum ± 20 meter dan sebagian besar didominasi oleh gundukan pasir.

Zona kedua dimulai dari ± 5 km dari garis pantai dengan kedalaman ± 30 meter dan terumbu karang yang sebagian besar terletak di sisi pulau (fringing reefs).

Zona ketiga mulai dari 12,5 km di lepas pantai-dengan kedalaman ± 30-50 m dan terumbu karang di daerah dengan sedikit gundukan pasir.

Zona keempat atau zona terluar atau zona terumbu karang penghalang (barrier reefs) dimulai dari jarak sekitar 30 km dari pantai Makassar. Bagian timur mencapai kedalaman 40-50 m, sedangkan bagian barat zona ini memiliki kontur curam/​​drop off dengan kedalaman lebih dari 100 m.

pulau Kapoposang.

Spermonde beriklim tropis. Suhu rata-rata bulanan adalah 28 ° C, dan suhu minimum – maksimum rata-rata harian adalah 22 ° C – 30 ° C. Musim hujan dari Desember sampai Maret dan musim kemarau dari Mei hingga Oktober.

Jarak dari Makassar ke kepulauan Spermonde tergantung pada titik penyelaman yang akan diselami.

Kepulauan Spermonde memiliki beberapa titik penyelaman : “Mercusuar”, “Samalona West” (pulau Samalona, ​​7 km), “DPL point”, “Jetty/House Reef”, “Foliose point”, “Baby Coral” (pulau Badi ‘, 22 km), “Eliana point” (pulau Barrangcaddi, 11 km), “Nudieville” (Gusung Tallang/ pulau Gusung, 1,6 km), “Kampung Anemone” (pulau Kodingareng Keke, 12 km), gusung Bonebatang (12,5 km) , & titik selam yang terbaik di Spermonde adalah Taman Laut Kapoposang di pulau Kapoposang (70 km), dengan jarak sekitar 2 jam dari Makassar dengan menggunakan speedboat.

Waktu terbaik untuk menyelam di Spermonde adalah dari April sampai Oktober.

Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan - Indonesia.
Dive Article

Bahari Sulsel, Riwayatmu Kini

Mercusuar point, Samalona island.

Wisata bahari di Indonesia, yang belakangan ini sedang naik daun, merupakan industri wisata yang sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Seperti kita ketahui, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dan diklaim sebagai destinasi wisata selam terindah di dunia. Sebagai perbandingan, the Great Barrier reefs, Australia walaupun dikenal sebagai karang penghalang terpanjang di dunia, namun tidak memiliki kekayaan biodiversitas laut seperti di kepulauan Indonesia. Selain itu jumlah spesies yang ada di satu saja titik selam (bukan daerah) di Indonesia hampir setara dengan spesies yang ada di seluruh Karibia. Begitu kaya laut Indonesia!

Tahukah anda bahwa Pulau Sulawesi termasuk dalam daerah segitiga karang dunia (world Coral Triangle Area) dan tentu saja Sulawesi Selatan (Sulsel) termasuk di dalamnya. Namun sangat disayangkan, potensi wisata bahari Sulawesi Selatan selama ini terkesan kurang mendapat perhatian & promosi dari pemerintah daerah. Pengrusakan terumbu karang akibat penangkapan ikan secara ilegal menggunakan bom & racun ikan (illegal fishing) masih terus berlangsung di Sulawesi Selatan.

Dynamite fishing

Saat ini di perairan Taman Nasional Takabonerate, sekitar 85% terumbu karang telah rusak, sedang di kepulauan Spermonde (Makassar – Pangkep – Takalar) hanya tersisa 30% yang masih dalam kondisi baik. Semua akibat dari cara penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Situasi di atas membangkitkan keprihatinan saya dan teman-teman pecinta keindahan bahari melalui kegiatan selam rekreasi. Setiap kali melakukan penyelaman, kami hampir selalu dikejutkan dengan 3 – 4 kali bunyi ledakan bom ikan para nelayan yang mungkin tidak pernah mengetahui atau mengerti dampak perbuatan mereka.

Berdasarkan penelitian Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia di Kepulauan Spermonde mengungkapkan bahwa 64,88 persen nelayan adalah pelaku penangkapan ikan tidak ramah lingkungan (PITRaL). Dari pelaku PITRaL tersebut 68 persen adalah pengebom, 27 persen pembius dan 5 persen pelaku keduanya, mereka dominan dan berdomisili di pulau-pulau dalam kawasan. Lokasi pengeboman dan pembiusan tersebar meluas di seluruh kawasan Spermonde. Intensitas pengeboman cenderung meningkat pada musim barat (Oktober-Maret) sementara intensitas pembiusan relatif tinggi di semua musim. Faktor-faktor pemicu PITRaL seperti desakan ekonomi, tingkat pendidikan dan kesadaran yang rendah, lemahnya penegakan hukum, permintaan pasar yang tinggi, ketersediaan jalur distribusi bahan baku bom dan bius, serta persepsi masyarakat tentang stok ikan yang tinggi menyebabkan aktivitas PITRaL terus berlangsung.

Conservation. Badi island

Untuk itu diperlukan suatu kerjasama antara pemerintah daerah melalui instansi terkait, organisasi non-pemerintah & masyarakat pecinta bahari untuk melakukan pendekatan dan memberikan pengertian terhadap para nelayan di Sulsel. Bahwa wisata bahari sesungguhnya dapat menjadi salah satu alternatif pendapatan buat mereka selain mencari ikan. Memang karena urusan perut, faktor kultural, dan tuntutan ekonomi, usaha pendekatan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi diharapkan dapat meminimalisir kegiatan illegal fishing di Sulawesi Selatan.

Mari belajar dari kabupaten Raja Ampat, kabupaten Wakatobi, kabupaten Halmahera Barat, provinsi Gorontalo dan kabupaten/provinsi lain di Indonesia yang berhasil mengelola kekayaan serta keindahan alam lautnya menjadi aset wisata bahari yang begitu dikagumi sampai ke pentas dunia. Sesuatu yang sebenarnya bisa membawa peningkatan sosial dan ekonomi masyarakat lokal tanpa harus merusaknya. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa mungkin saja masih ada kegiatan illegal fishing di daerah-daerah tersebut, namun saat ini telah sangat jauh berkurang dibanding Sulsel.

Daerah lain di Indonesia bisa melakukan hal ini, kenapa Sulawesi Selatan tidak?