Amazing Alor

Akhirnya tiba lah saatnya buat anak sekolah seperti saya dapat giliran stase luar selama 3 bulan. Pilihannya adalah RSUD Maros, RS Sayang Rakyat Makassar, RS Kota bangun Kalimantan, RS di Sangata, Morowali, Sorowako, Alor, Gorontalo, dan Talaud. Tentu saja saya berharap dapat Alor. Karena sejak kenal dunia bawah laut, Alor adalah salah satu destinasi utama saya.

Guess what? Alor it is!

Alor, salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini kaya akan potensi wisata yang alami. Selain taman bawah lautnya yang konon dikenal sebagai taman bawah laut terbaik di dunia kedua setelah Kepulauan Karibia di benua Amerika, Kabupaten Alor memiliki potensi wisata budaya dan wisata darat yang juga menyenangkan. 3 bulan di tempat ini serasa belum cukup waktu mendatangi semua lokasi wisatanya.

Minggu pertama pun tiba, saya bersama para dokter PTT di Alor mencoba ke Maritaing, daerah terluar paling timur dari kabupaten Alor yang juga adalah perbatasan NKRI-Timor Leste. Perjalanan ke sana butuh waktu sekitar 3 jam.

Timor Leste-nya Keliatan Gak?

Timor Leste-nya Keliatan Gak?

Di tempat ini mesti hati-hati yah buat yang suka online dengan paket data. Pulsa bakal kesedot habis karena sudah roaming internasional (ini informasi penting banget loh). Ya saya korbannya, hahaha. Di tempat ini juga ada patung Jenderal Sudirman yang berdiri menghadap ke Timor Leste. Gak ngerti juga sih maknanya apa. Mungkin bapak Jenderal kecewa Timor Leste lepas dari NKRI. #yakalee

Patung Jenderal Sudirman di Alor

Patung Jenderal Sudirman di Alor

Sepertinya akan sangat panjang membahas darat aja, karena masih banyak banget destinasinya. Ada Permandian Air Panas Tuti, pantai Maimol, Batu Putih, Al-Quran tertua se-Asia Tenggara dan lain-lain.

Yaudahlayah.. mari fokus ke sesi bawah air saja. #aquaManaAqua.

Diving Pulau Ternate

Yak, namanya memang pulau Ternate. Jadi bukan cuma di Maluku, di Alor pun ada loh pulau Ternate. Bentuk pulaunya memang mirip. Bening airnya juga mirip. Dan ada wallnya juga.

Wall Pulau Ternate, Alor

Wall Pulau Ternate, Alor

Wall Pulau Ternate, Alor

Wall Pulau Ternate, Alor

Cave dive

Waktu pertama kali ditawarin cave diving oleh Dive master lokal kami, om Samsuddin aka Pejer, jujur aja saya awalnya gak pede dengan kemampuan diri. Untuk bisa cave diving kan harus ikut course khusus dulu. Belum lagi gimana kalau saya tiba-tiba pilek. Atau tiba-tiba demam, kan repot. Tapi karena om Pejer maksa, ya masa sih saya tolak (padahal emang pengen banget sih). “Bisa lah ibu, mari sudah..” kata om Pejer dengan logat Alornya.

Akhirnya saya dan Candra (buddy) nyebur juga. Backroll dari boat (bukan giant step hahaha) langsung ketemu mulut gua di kedalaman 10 meter. Sensasinya ternyata seperti sedang night diving. Gelap, adrenalin bertambah. Mulut guanya kecil tapi ternyata di dalamnya luas. Sensasi diving dengan dibatasi langit-langit gua inilah yang ternyata disebut caving. Entah gimana saya tiba-tiba teringat pesan Nando: kalau cave diving katanya harus pake helm. Wkwkkwk.

Pintu Masuk Gua Bawah Air

Pintu Masuk Gua Bawah Air

 

Di depan gua, ikan-ikan gak terlalu banyak. Selain ikan-ikan kecil merah, hanya ada Pufferfish dan beberapa Lobster. Di ujung gua akhirnya kami surface 5 menit sambil selfie. Gak terasa saya teriak saking kegirangannya. Aaaaaaaaaa. Senangggg..

Cave Diving Lagi Kita..

Cave Diving Lagi Kita..

 

Belum puas dengan cave diving pertama, lanjut lagi kami masuk ke gua kedua yang lebih kecil. Ikan-ikannya lebih banyak. Selesai gua kedua, kami mampir di hamparan soft coral yang cantik banget.. Alor gitu loh. Tapi oh em ji. Ada ularrr! binatang yang paling saya benci. Cave dive kami pun selesai jam 9 pagi. (-Zuzan)

Ular Laut

Ular Laut

 

Nih liat foto-foto aja lah ya..

Sunrise di Alor

Sunrise di Alor

 

Ala-ala Local Tribe Alor

Ala-ala Local Tribe Alor

Sunset di Alor

Sunset di Alor

This article has 1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *